
Kargo dan pengiriman barang adalah sistem pergerakan muatan komersial yang menghubungkan produsen, distributor, dan konsumen melalui jaringan ekspedisi darat, laut, dan udara. Industri freight dan logistik global bernilai USD 9,3 triliun pada tahun 2024, menurut Transparency Market Research. Di Indonesia, pasar freight dan logistik diperkirakan mencapai USD 119,45 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan tumbuh hingga USD 152,54 miliar pada tahun 2029 dengan CAGR 5,01%, menurut laporan Mordor Intelligence. Ekspedisi kargo dan pengiriman barang merupakan layanan logistik yang mengelola pengiriman muatan dari titik asal ke tujuan dan mendukung kelancaran distribusi barang domestik maupun internasional. Layanan ekspedisi kargo mencakup seluruh tahap pengiriman barang mulai dari pemilihan moda transportasi, pengurusan dokumen, proses bea cukai, pelacakan real-time, hingga manajemen biaya pengiriman.
Deliveree hadir sebagai platform ekspedisi kargo darat yang menghubungkan pengirim bisnis di Indonesia dengan armada truk berkapasitas beragam melalui sistem pemesanan instan. Pemilihan kendaraan, pelacakan real-time, dan manajemen biaya semuanya ada dalam satu aplikasi.
Apa itu Ekspedisi Kargo dalam Pengiriman Barang?
Ekspedisi kargo dalam pengiriman barang adalah layanan logistik yang mengatur, mengkonsolidasi, dan menggerakkan muatan komersial dari titik asal ke tujuan akhir melalui satu atau lebih moda transportasi. Ekspedisi kargo memastikan setiap muatan berpindah tangan secara legal, terdokumentasi, dan efisien. Ekspedisi kargo mengelola rantai perpindahan muatan secara menyeluruh, termasuk dokumentasi dan koordinasi moda transportasi, cakupan yang jauh lebih luas daripada jasa pengiriman biasa.
Deliveree menyediakan layanan ekspedisi kargo darat dengan armada mulai dari pickup hingga tronton yang dapat dipesan secara instan melalui aplikasi, memberikan solusi pengiriman muatan besar untuk kebutuhan bisnis di lebih dari 20 kota besar di Indonesia.
Apa yang Dilakukan Ekspeditor Kargo pada Pengiriman?
Ekspeditor kargo pada pengiriman bertugas sebagai pihak ketiga yang merencanakan, mengoordinasikan, dan mengawasi seluruh proses perpindahan muatan dari pengirim hingga ke penerima. Ekspeditor kargo bertanggung jawab memilih moda transportasi yang paling efisien, memastikan kepatuhan seluruh dokumen administratif terhadap regulasi yang berlaku, dan menangani prosedur bea cukai pada pengiriman lintas batas negara.
Ekspeditor kargo juga menyediakan layanan asuransi muatan untuk melindungi nilai barang selama pengiriman berlangsung. Selain itu, ekspeditor mengoperasikan sistem pelacakan berbasis teknologi sehingga pengirim dan penerima dapat memantau posisi muatan secara real-time.
Dalam konteks pengiriman domestik Indonesia, Deliveree menjalankan fungsi ekspeditor kargo darat dengan memastikan mitra pengemudi terverifikasi, rute dioptimalkan melalui sistem teknologi, dan pengirim dapat melacak posisi kendaraan secara langsung melalui aplikasi dari titik penjemputan hingga tujuan akhir.
Jenis Kargo Apa Saja yang Memenuhi Syarat untuk Ekspedisi Barang?
Jenis kargo yang memenuhi syarat untuk ekspedisi barang diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik, tingkat risiko, dan kebutuhan penanganan khusus selama proses pengiriman berlangsung. Klasifikasi kargo penting karena setiap jenis kargo memerlukan prosedur, armada, dan dokumen yang berbeda agar muatan tiba dalam kondisi aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Jenis kargo yang paling umum dikirim adalah general cargo, special cargo, dangerous cargo, heavy cargo, atau valuable cargo.
- General Cargo: General cargo adalah muatan barang umum yang tidak berbahaya dan tidak mudah rusak, seperti spare part kendaraan, material bangunan, peralatan kantor, dan barang elektronik. General cargo dapat dikirim melalui jalur darat, laut, maupun udara tanpa memerlukan penanganan khusus.
- Special Cargo: Special cargo adalah muatan yang membutuhkan perlakuan khusus selama bongkar muat dan pengiriman, mencakup barang mudah rusak (perishable goods) seperti buah-buahan, daging segar, dan bunga, serta hewan hidup (live animals).
- Heavy Cargo: Heavy cargo adalah muatan berukuran besar atau berat melebihi batas standar pengiriman reguler, seperti mesin pabrik, alat berat, dan kendaraan industri. Heavy cargo memerlukan alat bantu khusus seperti crane atau forklift serta kendaraan pengangkut berkapasitas besar.
- Valuable Cargo: Valuable cargo adalah muatan bernilai tinggi seperti perhiasan, dokumen penting, dan barang seni yang memerlukan pengamanan ekstra dan asuransi khusus selama seluruh proses pengiriman berlangsung.
Hampir semua jenis kargo dapat masuk dalam layanan ekspedisi barang selama tidak dilarang oleh peraturan dan dapat dikategorikan dengan jelas. Deliveree menyediakan layanan ekspedisi kargo untuk berbagai jenis muatan dengan armada darat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman di seluruh Indonesia.
Bagaimana Proses Pengiriman Barang Bekerja dari Asal ke Tujuan?
Proses pengiriman barang bekerja melalui beberapa tahap, dimulai dari penjemputan muatan di titik asal, kemudian tahap konsolidasi dan pemilihan moda transportasi, melewati prosedur dokumentasi, hingga berakhir pada penyerahan barang ke penerima di tujuan akhir. Setiap tahap melibatkan koordinasi antara pengirim, ekspeditor kargo, dan operator transportasi untuk memastikan barang berpindah secara legal dan efisien.
Proses pengiriman kargo umumnya dimulai ketika pengirim menyerahkan muatan kepada ekspeditor disertai dokumen awal seperti packing list dan commercial invoice. Ekspeditor akan menentukan jalur dan moda pengiriman terbaik berdasarkan berat, volume, jenis barang, tenggat waktu, dan anggaran yang tersedia. Setelah moda ditetapkan, muatan dimuat ke sarana transportasi yang sesuai dan dilengkapi dokumen pengangkutan resmi.
Untuk pengiriman kargo domestik, Deliveree memangkas beberapa tahap yang umumnya memperlambat pengiriman. Pengirim tidak perlu melewati proses konsolidasi, negosiasi harga dengan operator, atau koordinasi dokumen melalui pihak ketiga. Pengirim cukup buka aplikasi Deliveree, pilih jenis armada yang sesuai kapasitas muatan, bandingkan harga secara langsung, dan konfirmasi pemesanan dalam hitungan menit. Seluruh proses dari penjemputan hingga penyerahan muatan di tujuan dikelola dalam satu aplikasi yang sama.
Dokumen Apa Saja yang Diperlukan untuk Pengiriman Kargo Internasional?
Dokumen yang diperlukan untuk pengiriman kargo internasional adalah paket formulir komersial dan kepabeanan yang menjelaskan identitas dan nilai barang, pihak yang terlibat, dan rute pengiriman. Tanpa dokumen yang lengkap, proses clearance berisiko tertunda, perhitungan bea masuk menjadi tidak akurat, dan pengirim menghadapi kemungkinan denda atau penolakan barang di pelabuhan maupun bandara.
- Commercial Invoice: Commercial invoice adalah dokumen tagihan resmi dari penjual kepada pembeli yang memuat deskripsi barang, jumlah, harga satuan, total nilai transaksi, dan syarat pembayaran.
- Packing List: Packing List adalah daftar rinci isi kemasan yang mencantumkan jumlah, berat, dimensi, dan cara penanganan setiap barang dalam satu pengiriman.
- Bill of Lading (B/L): Bill of Lading adalah dokumen hukum yang dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran sebagai bukti penerimaan, kontrak pengangkutan, dan tanda kepemilikan sah atas barang selama pengiriman laut berlangsung.
- Air Waybill (AWB): Air Waybill adalah dokumen pengangkutan yang diterbitkan oleh maskapai penerbangan. AWB berfungsi setara dengan B/L namun khusus digunakan pada pengiriman kargo melalui jalur udara.
- Certificate of Origin (COO): Certificate of Origin adalah sertifikat resmi yang menyatakan negara asal barang diproduksi. COO digunakan untuk menentukan apakah pengiriman memenuhi syarat perjanjian perdagangan bebas yang dapat mengurangi atau membebaskan tarif bea masuk di negara tujuan.
- Pemberitahuan Impor Barang (PIB): Pemberitahuan Impor Barang adalah formulir wajib yang harus diisi importir dan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia sebelum barang dikeluarkan dari area pabean. PIB memuat informasi jenis barang, jumlah, nilai pabean, dan tarif bea masuk yang berlaku.
Kelengkapan seluruh dokumen pengiriman dapat memperlancar proses pelepasan barang di negara tujuan tanpa hambatan administratif yang tidak perlu.
Bagaimana Proses Bea Cukai Bekerja dalam Ekspedisi Kargo?
Proses bea cukai dalam ekspedisi kargo bekerja melalui empat tahapan utama yaitu pengajuan dokumen (submission), pemeriksaan muatan (examination), penetapan bea (duty assessment), dan pelepasan barang (release) yang diawasi oleh otoritas pabean di negara tujuan pengiriman. Di Indonesia, seluruh proses ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Pengajuan dokumen merupakan tahap importir atau ekspeditor menyerahkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan dokumen resmi kepada sistem elektronik bea cukai. Setelah dokumen diterima, sistem akan menentukan jalur pemeriksaan yang harus dilalui muatan. Jalur hijau berarti barang langsung diizinkan keluar tanpa pemeriksaan fisik, jalur kuning memerlukan pemeriksaan dokumen tambahan, dan jalur merah memerlukan pemeriksaan fisik secara langsung oleh petugas. Penetapan bea masuk adalah tahap untuk menghitung bea masuk dan pajak impor berdasarkan jenis barang, nilai pabean, dan tarif yang berlaku. Pelepasan barang merupakan tahap akhir di mana bea cukai menerbitkan izin pengeluaran resmi setelah persyaratan terpenuhi dan pembayaran dikonfirmasi, sehingga muatan dapat diambil oleh penerima.
Mode Pengiriman Barang Apa Saja yang Tersedia untuk Ekspedisi Kargo?
Mode pengiriman barang yang tersedia untuk ekspedisi kargo mencakup jalur laut, udara, darat, kereta api, dan multimoda. Setiap moda pengiriman memiliki karakteristik biaya, kecepatan, dan kapasitas yang berbeda. Pemilihan moda yang tepat bergantung pada jenis barang, jarak tempuh, anggaran pengiriman, dan tenggat waktu yang ditetapkan oleh pengirim.
- Kargo laut: Kargo laut adalah moda pengiriman yang menggunakan kapal sebagai sarana angkut utama dan paling banyak digunakan untuk pengiriman internasional maupun antarpulau dalam skala besar.
- Kargo udara: Kargo udara merupakan pengiriman via pesawat yang menawarkan kecepatan transit tercepat dibandingkan moda pengiriman lainnya. Kargo udara cocok untuk barang bernilai tinggi, barang mudah rusak, dan muatan yang memiliki tenggat waktu ketat.
- Kargo darat: Kargo darat adalah moda pengiriman menggunakan armada truk yang memberikan fleksibilitas pengiriman langsung dari titik ke titik di seluruh wilayah yang terhubung jaringan jalan.
- Kargo kereta api: Kargo kereta api merupakan pengiriman dengan kereta yang efisien untuk pengiriman muatan berat jarak jauh. Kargo kereta api lebih hemat dibandingkan truk untuk rute jarak jauh, terutama untuk distribusi barang industri dan pertanian dalam volume besar.
- Kargo multimoda: Kargo multimoda yaitu pengiriman yang menggunakan dua atau lebih jenis transportasi dalam satu proses pengiriman. Pengiriman multimoda dapat menurunkan biaya logistik 20-30% melalui konsolidasi muatan, sehingga menjadi opsi utama pengiriman internasional yang kompleks dan membutuhkan jangkauan luas.
Setiap moda pengiriman kargo dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan spesifik bisnis. Ekspeditor kargo berperan menentukan kombinasi pengiriman yang menyeimbangkan efisiensi biaya, kecepatan pengiriman, dan keamanan muatan. Deliveree menyediakan layanan kargo darat dengan armada beragam yang dapat menjadi bagian dari solusi multimoda untuk pengiriman bisnis di seluruh Indonesia.
Apa Perbedaan antara Pengiriman FCL dan Pengiriman LCL?
Pengiriman Full Container Load (FCL) adalah metode pengiriman laut di mana seluruh ruang kontainer disewa oleh satu pengirim untuk muatan miliknya sendiri. Pengiriman Less than Container Load (LCL) adalah metode pengiriman yang mengangkut muatan dari beberapa pengirim dan digabungkan ke dalam satu kontainer yang sama. Metode FCL dan LCL tersedia untuk pengiriman ekspedisi kargo internasional maupun domestik melalui jalur laut.
| Aspek | FCL | LCL |
| Struktur biaya | Biaya tetap per kontainer (20 ft atau 40 ft) terlepas dari tingkat pengisian ruang, lebih hemat per CBM bila volume besar | Biaya berdasarkan volume aktual per CBM atau per 1.000 kg, lebih hemat untuk volume kecil namun ada biaya konsolidasi dan dekonsolidasi tambahan |
| Waktu transit | Lebih cepat karena kontainer langsung dikirim tanpa menunggu proses konsolidasi di gudang | Lebih lama karena muatan harus melalui tahap penyortiran, konsolidasi, pengiriman, dan dekonsolidasi di pelabuhan tujuan |
| Kendali atas muatan | Pengirim memiliki kendali penuh atas seluruh isi kontainer tanpa campur tangan pengirim lain | Kendali terbagi karena kontainer berisi muatan dari beberapa pengirim berbeda |
| Volume minimum | Paling efisien untuk volume di atas 15 CBM atau bobot muatan di atas 10 ton | Paling sesuai untuk volume di bawah 10 hingga 15 CBM |
| Risiko kerusakan | Rendah karena muatan tidak bercampur dengan barang pengirim lain dan proses bongkar muat hanya terjadi di titik awal dan akhir | Lebih tinggi karena muatan melewati beberapa kali proses penanganan di gudang konsolidasi dan dekonsolidasi selama perjalanan |
Untuk kebutuhan pengiriman antarpulau di Indonesia dengan volume di bawah satu kontainer penuh, Deliveree menyediakan layanan LCL laut melalui kemitraan dengan SPIL (Salam Pacific Indonesia Lines). Anda dapat mengirimkan muatan parsial ke berbagai tujuan antarpulau tanpa harus membayar biaya satu kontainer penuh. Keunggulan layanan LCL Deliveree dibandingkan dengan LCL konvensional adalah pengirim tetap memesan melalui aplikasi Deliveree. Pemesanan, pengecekan harga, dan pelacakan status pengiriman laut semuanya di satu aplikasi, tanpa perlu menghubungi agen pelayaran terpisah.
Kapan Pengiriman Udara Mengungguli Pengiriman Laut untuk Ekspedisi Kargo?
Pengiriman udara mengungguli pengiriman laut untuk ekspedisi kargo dalam empat kondisi, yaitu ketika waktu pengiriman sangat terbatas, ketika barang bersifat perishable atau bernilai tinggi, ketika volume kiriman kecil tetapi biaya keterlambatan jauh melebihi selisih ongkos, serta ketika rantai pasokan sedang terganggu. Perbedaan waktu tempuh antara pengiriman udara dan laut sangat signifikan. Pengiriman udara umumnya tiba dalam 1 sampai 7 hari, sementara pengiriman laut membutuhkan 20 hingga 40 hari lebih atau bahkan lebih panjang tergantung rute. Selisih waktu pengiriman menjadi faktor penentu bagi produk farmasi, elektronik, suku cadang mesin, atau komoditas segar yang tidak dapat menunggu berminggu-minggu di laut.
Berapa Biaya Pengiriman Kargo Barang?
Biaya pengiriman kargo barang di Indonesia berkisar antara Rp 1.500 per kilogram untuk kargo laut antarpulau hingga Rp 500.000 per kilogram untuk pengiriman udara internasional, menurut riset Supply Chain Indonesia (SCI). Rentang harga aktualnya bergantung pada kombinasi moda, rute, dan karakteristik muatan. Sebagai contoh, kargo darat antarkota di Pulau Jawa dan Sumatra umumnya dikenakan tarif Rp 2.500 hingga Rp 5.000 per kilogram, sementara kargo laut antarpulau seperti rute Jakarta ke Makassar berada di kisaran Rp 2.900 hingga Rp 10.100 per kilogram tergantung volume minimum dan penyedia layanan yang digunakan. Faktor utama yang menggerakkan rentang biaya tersebut mencakup jarak tempuh rute, berat aktual dan berat volumetrik muatan, jenis kargo, moda transportasi, serta surcharge bahan bakar. Musim puncak seperti periode menjelang Lebaran, Natal, dan akhir tahun turut mendorong tarif naik secara signifikan, karena lonjakan permintaan kapasitas angkut yang melampaui ketersediaan armada di rute utama.
Untuk kargo darat domestik, Deliveree menggunakan skema harga berbasis jarak per kilometer dengan tarif dasar mulai dari Rp 32.000 untuk armada terkecil. Dengan Deliveree, pengirim hanya perlu membayar sesuai rute aktual yang ditempuh tanpa komponen biaya tetap yang tidak relevan dengan jarak pengiriman. Tarif Deliveree sudah mencakup biaya pengemudi, kendaraan, bahan bakar, dan asuransi dasar. Pengirim tidak perlu menghitung biaya tambahan setelah pengiriman.
Biaya Tambahan Apa Saja yang Ditambahkan di Atas Tarif Dasar Pengiriman Barang?
Biaya tambahan dalam pengiriman barang adalah komponen biaya yang ditambahkan di atas tarif dasar angkut untuk menutup pengeluaran operasional yang berfluktuasi atau layanan khusus yang tidak tercakup dalam tarif pokok. Umumnya, total ongkos sebuah pengiriman hampir selalu lebih tinggi dari angka tarif dasar.
- Bunker Adjustment Factor (BAF): Bunker Adjustment Factor adalah surcharge bahan bakar yang dikenakan oleh perusahaan pelayaran atau maskapai kargo untuk menyesuaikan tarif dengan fluktuasi harga bahan bakar minyak. BAF biasanya setara dengan 15-35 persen dari tarif dasar dan naik secara otomatis ketika harga bunker fuel global mengalami kenaikan.
- Fuel Adjustment Factor (FAF): Fuel Adjustment Factor adalah surcharge bahan bakar yang berlaku khusus pada pengiriman kargo udara. FAF dipicu oleh pergerakan harga avtur dan dapat berubah sesuai indeks harga bahan bakar penerbangan yang berlaku.
- Peak Season Surcharge (PSS): Peak Season Surcharge adalah biaya tambahan yang diberlakukan pada periode permintaan tinggi seperti kuartal ketiga dan keempat setiap tahun, termasuk menjelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.
- Terminal Handling Charge (THC): Terminal Handling Charge adalah biaya yang dikenakan oleh operator pelabuhan atau terminal kargo atas jasa penanganan peti kemas selama proses bongkar muat, penumpukan, dan penyimpanan di area terminal.
- Destination Delivery Charge (DDC): Destination Delivery Charge adalah biaya yang dikenakan oleh perusahaan pengiriman di pelabuhan tujuan untuk menutup biaya penanganan kontainer dari kapal hingga ke area pengeluaran barang.
- Customs Exam Fee: Customs Exam Fee adalah biaya pemeriksaan fisik yang dikenakan ketika otoritas bea cukai menetapkan muatan masuk jalur merah dan harus diperiksa secara langsung di pelabuhan. Custom Exam Fee mencakup jasa pemindahan peti kemas ke area pemeriksaan, biaya tenaga pemeriksa, dan biaya penanganan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.
- Asuransi kargo: Asuransi Kargo adalah biaya perlindungan atas risiko kerusakan, kehilangan, atau pencurian muatan selama pengiriman berlangsung. Premi asuransi kargo domestik umumnya berkisar antara 0,2-0,35 persen dari nilai barang yang diasuransikan. Premi asuransi kargo internasional dikenakan 0,10-0,20 persen dengan tambahan biaya administrasi sebesar Rp 5.000 per pengiriman.
Deliveree tidak menerapkan surcharge tambahan seperti fuel adjustment, biaya pengemudi, atau biaya penanganan kendaraan di luar harga yang ditampilkan. Apabila pengirim membutuhkan layanan tambahan seperti helper bongkar muat, alat pengikat muatan, terpal, atau alat keselamatan, biaya layanan tambahan tersebut akan ditampilkan secara eksplisit di layar konfirmasi sebelum memesan.
Bagaimana Berat Dimensional Memengaruhi Biaya Pengiriman Barang?
Berat dimensional dalam pengiriman barang adalah berat kalkulasi yang diperoleh dari dimensi fisik paket, bukan berat aktualnya. Berat dimensional menjadi dasar tagihan ketika nilainya lebih besar dari berat nyata kargo. Formula standar untuk pengiriman udara adalah mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang dalam sentimeter dibagi 6.000. Paket besar tapi ringan akan punya berat dimensional lebih tinggi dari berat aktualnya, dan tarif dihitung dari angka yang lebih besar. Kondisi ini sering terjadi pada kargo seperti busa pelindung, pakaian, atau produk plastik ringan yang membutuhkan banyak ruang muat meskipun bobot fisiknya minimal.
Apa yang Dilakukan Perusahaan Kargo dalam Pengiriman Barang?
Perusahaan kargo dalam pengiriman barang berperan sebagai pengelola perpindahan muatan dari titik asal ke tujuan dengan mengkoordinasikan seluruh aspek teknis, administratif, dan regulasi yang berlaku. Perusahaan kargo umumnya mengintegrasikan pemesanan kendaraan, konsolidasi muatan, pengurusan dokumen, kepabeanan, dan pergudangan dalam satu rantai layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengirim.
- Pemesanan ruang angkut: Pemesanan ruang angkut adalah proses negosiasi dan pemesanan kapasitas pada operator transportasi sesuai moda yang dipilih oleh pengirim. Perusahaan kargo memanfaatkan jaringan mitra operator yang luas untuk mendapatkan tarif kompetitif dan memastikan ketersediaan slot pengiriman sesuai jadwal yang dibutuhkan.
- Konsolidasi kargo: Konsolidasi kargo merupakan penggabungan muatan dari beberapa pengirim berbeda ke dalam satu unit pengangkutan seperti kontainer atau pallet, untuk menekan biaya pengiriman tiap pengirim. Layanan konsolidasi paling bermanfaat bagi pengirim volume kecil yang tidak cukup memenuhi kapasitas satu kontainer penuh.
- Pengelolaan dokumen: Pengelolaan dokumen meliputi tahap persiapan, pemeriksaan, dan pengiriman berkas administratif yang diperlukan selama proses pengiriman berlangsung, termasuk B/L, commercial invoice, packing list, dan certificate of origin.
- Kepabeanan: Kepabeanan merupakan layanan pengurusan bea cukai yang mencakup penyiapan dokumen deklarasi impor atau ekspor, pembayaran bea masuk, dan penyelesaian proses pemeriksaan fisik apabila muatan masuk jalur merah.
- Pergudangan: Pergudangan merupakan layanan penyimpanan muatan sementara di fasilitas gudang selama proses konsolidasi, transit antarmoda, atau menunggu penyelesaian bea cukai. Gudang berikat yang dimiliki perusahaan kargo memungkinkan pengirim menyimpan barang impor tanpa harus membayar bea masuk terlebih dahulu sampai barang siap didistribusikan.
- Pelacakan pengiriman: Pelacakan pengiriman adalah layanan pemantauan posisi muatan yang memungkinkan pengirim dan penerima mengetahui status pengiriman secara real-time mulai dari penjemputan hingga penyerahan di tujuan.
Dari enam fungsi yang dijalankan perusahaan kargo konvensional, Deliveree mengotomasi sebagian besar proses yang biasanya perlu koordinasi manual. Pengirim tidak perlu menegosiasikan kapasitas armada, menyiapkan dokumen terpisah, atau menunggu slot tersedia. Proses pemesanan kendaraan, pelacakan pengiriman real-time, dan konfirmasi proof of delivery digital dikelola di dalam aplikasi Deliveree. Pengguna dapat mengirimkan kargo tanpa memerlukan tim logistik khusus tersendiri.
Bagaimana Cara Mengevaluasi dan Membandingkan Perusahaan Kargo?
Cara mengevaluasi dan membandingkan perusahaan kargo dimulai dari mendefinisikan kebutuhan pengiriman secara spesifik, seperti jenis barang, rute, frekuensi, dan anggaran. Dengan memahami kebutuhan, kriteria penilaian akan relevan dengan keperluan operasional.
- Jangkauan jaringan: Jangkauan jaringan menentukan apakah perusahaan kargo memiliki mitra terpercaya di seluruh titik asal dan tujuan yang diperlukan, termasuk akses ke pelabuhan, bandara, dan jaringan distribusi domestik di negara tujuan.
- Lisensi dan sertifikasi: Lisensi dan sertifikasi adalah bukti bahwa perusahaan kargo beroperasi secara legal dan diakui oleh otoritas terkait, misalnya anggota IATA, FIATA, atau memiliki izin customs broker resmi yang dikeluarkan oleh otoritas kepabeanan nasional.
- Kinerja waktu tempuh: Kinerja waktu tempuh menunjukkan seberapa konsisten perusahaan memenuhi estimasi waktu kedatangan yang dijanjikan. Kinerja waktu juga dapat dinilai dari rekam jejak on-time delivery rate serta kesediaan mereka memberikan data historis performa. Anda dapat meminta rata-rata transit time dan persentase ketepatan waktu untuk rute spesifik yang dibutuhkan.
- Transparansi harga: Transparansi harga mengacu pada kesediaan perusahaan memberikan tarif terperinci yang mencakup komponen biaya seperti freight rate, fuel surcharge, THC, bea cukai, tanpa menyembunyikan biaya tambahan.
- Kemampuan teknologi dan pelacakan: Kemampuan teknologi dan pelacakan menentukan seberapa akurat dan real-time status pengiriman yang dapat diakses oleh shipper. Teknologi yang perlu dinilai mulai dari portal pelacakan mandiri, integrasi API, hingga sistem notifikasi otomatis.
- Ketanggapan layanan pelanggan: Ketanggapan layanan pelanggan mencerminkan kualitas perusahaan ketika terjadi masalah seperti keterlambatan, penolakan bea cukai, atau kerusakan barang. Perusahaan yang merespons pertanyaan dalam waktu kurang dari 24 jam menunjukkan komitmen operasional yang lebih tinggi.
Deliveree memiliki jaringan armada aktif yang mencakup hampir seluruh kota di Indonesia, pengemudi terverifikasi, harga pengiriman all-in, sistem pelacakan real-time berbasis GPS, serta layanan pelanggan yang dapat dihubungi untuk setiap kendala pengiriman. Untuk pengirim yang membutuhkan bukti kinerja sebelum berkomitmen, Deliveree menyediakan fitur cek harga instan tanpa perlu membuat akun terlebih dahulu. Tarif dan ketersediaan armada untuk rute tertentu bisa dicek sebelum memesan.
Layanan Apa Saja yang Disediakan oleh Perusahaan Kargo Layanan Penuh?
Perusahaan kargo layanan penuh menyediakan portofolio lengkap layanan logistik sekaligus. Pengirim tidak perlu berkoordinasi dengan penyedia berbeda di tiap tahap pengiriman. Layanan yang disediakan mencakup freight forwarding udara dan laut, customs brokering, warehousing dan distribusi, asuransi kargo, konsultasi rantai pasokan, serta last-mile delivery ke alamat akhir penerima barang.
Di Indonesia, penyedia 3PL berlisensi seperti yang beroperasi di pelabuhan Tanjung Priok dan kawasan industri Jawa-Bali umumnya sudah menggabungkan layanan gudang bonded, fulfillment e-commerce, dan layanan pengurusan dokumen ekspor-impor. Model layanan penuh paling menguntungkan ketika bisnis ekspor ke berbagai negara secara reguler, memiliki volume yang fluktuatif, atau tidak memiliki tim logistik internal yang mampu mengoordinasikan beberapa vendor secara sekaligus.
Apa yang Dikelola Perusahaan Logistik dalam Rantai Pasokan?
Perusahaan logistik dalam rantai pasokan mengelola lima domain utama yang saling terhubung. Domain tersebut mencakup transportasi, pergudangan dan manajemen inventaris, pemenuhan pesanan, logistik balik, serta visibilitas rantai pasokan secara menyeluruh. Domain transportasi mencakup pemilihan moda, perencanaan rute, dan pengiriman fisik barang. Domain pergudangan dan manajemen inventaris mengatur aliran stok di fasilitas penyimpanan, termasuk pengendalian kualitas dan layanan nilai tambah seperti repacking dan labeling. Domain pemenuhan pesanan menghubungkan permintaan pelanggan dengan pengiriman aktual melalui proses picking, sorting, packing, dan shipping. Domain logistik balik mengelola aliran produk retur dari konsumen kembali ke gudang, produsen, atau fasilitas daur ulang.
Dari lima domain yang dikelola perusahaan logistik dalam rantai pasokan, Deliveree berkontribusi langsung pada domain transportasi dan visibilitas untuk segmen darat domestik di Indonesia. Armada Deliveree yang dapat dipesan on-demand, memberikan fleksibilitas kapasitas angkut yang mendukung fluktuasi volume pengiriman tanpa harus mengelola armada sendiri. Sistem pelacakan real-time berbasis GPS Deliveree menyediakan data aktual pergerakan muatan yang dapat digunakan oleh bisnis untuk menyinkronkan jadwal penerimaan dan pengiriman lanjutan secara akurat.
Jenis Perusahaan Logistik Apa Saja yang Terspesialisasi dalam Kargo dan Barang?
Jenis perusahaan logistik yang berspesialisasi dalam kargo dan barang mencakup lima kategori utama yaitu operator berbasis aset, penyedia logistik pihak ketiga, penyedia logistik pihak keempat, freight broker, dan customs broker. Kelima perusahaan logistik ini beroperasi pada lapisan rantai pasokan yang berbeda.
Operator berbasis aset seperti perusahaan truk, pelayaran, dan maskapai kargo menjalankan transportasi muatan menggunakan armada dan infrastruktur milik sendiri. Third-Party Logistics (3PL) adalah penyedia yang mengambil alih fungsi operasional logistik klien dari transportasi, pergudangan, distribusi, dan manajemen inventaris. Fourth-Party Logistics (4PL) beroperasi sebagai integrator strategis yang merancang, mengelola, dan mengoptimalkan jaringan rantai pasok klien dengan mengkoordinasikan beberapa penyedia 3PL sekaligus. Freight broker berperan sebagai perantara non-aset yang menghubungkan pengirim dengan operator transportasi untuk mendapatkan tarif dan kapasitas terbaik tanpa bertanggung jawab atas fisik muatan. Customs broker mengelola kepatuhan regulasi lintas batas termasuk klasifikasi HS code, pengajuan dokumen bea cukai, dan penyelesaian sengketa dengan otoritas pabean.
Deliveree beroperasi sebagai marketplace armada kargo darat yang memadukan karakteristik freight broker dan operator berbasis aset. Deliveree menghubungkan pengirim dengan mitra pengemudi terverifikasi, sekaligus menetapkan standar kualitas layanan, harga, dan akuntabilitas pengiriman yang berlaku seragam di seluruh jaringan mitranya. Deliveree menjadi pilihan yang relevan bagi individu dan bisnis di semua skala yang membutuhkan kapasitas kargo tanpa harus mengelola kontrak langsung dengan operator truk atau membangun jaringan vendor transportasi sendiri.
Bagaimana Perusahaan Logistik Berbeda dari Perusahaan Freight Forwarding?
Perusahaan logistik berbeda dari perusahaan freight forwarding karena perusahaan logistik mengelola rantai pasokan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan transportasi, pergudangan, manajemen inventaris, hingga distribusi akhir. Freight forwarder berspesialisasi pada koordinasi pergerakan fisik kargo beserta seluruh dokumentasinya antara titik asal dan tujuan. Perusahaan logistik umumnya memiliki atau menyewa aset seperti armada truk dan gudang. Freight forwarder beroperasi sebagai perantara dengan jaringan carrier luas, keahlian bea cukai, dan kemampuan negosiasi tarif lintas moda yang mendalam, tanpa memiliki armada sendiri.
Bagaimana Cara Melacak Pengiriman Kargo secara Real Time?
Pelacakan pengiriman kargo secara real time adalah proses memantau status kargo pada setiap titik perjalanan menggunakan sistem digital. Kargo yang dapat dilacak secara real time memberikan visibilitas penuh sepanjang rantai pengiriman, dari penjemputan hingga pengantaran ke tujuan. Adanya pelacakan secara real-time dapat mengurangi kebutuhan shipper untuk menghubungi carrier atau forwarder secara manual.
- Siapkan nomor referensi: Siapkan nomor referensi kiriman setelah booking dikonfirmasi, termasuk nomor bill of lading (B/L), nomor kontainer, atau nomor airwaybill yang diterbitkan oleh carrier atau ekspeditor.
- Akses portal carrier: Akses portal carrier dengan membuka situs resmi perusahaan ekspedisi, lalu masukkan nomor B/L atau referensi pengiriman ke kolom tracking yang tersedia.
- Gunakan platform tracking pihak ketiga: Gunakan platform tracking pihak ketiga seperti GoComet, Freightos, atau TraQo Container jika kiriman melewati beberapa carrier atau moda. Platform tracking pihak ketiga mengagregasi data dari ratusan carrier ke dalam satu dashboard sehingga shipper tidak perlu membuka banyak portal berbeda.
- Aktifkan notifikasi: Aktifkan notifikasi otomatis pada portal carrier atau platform tracking agar sistem mengirimkan pemberitahuan via email atau aplikasi setiap kali status berubah.
- Konfirmasi estimasi kedatangan: Konfirmasi estimasi kedatangan dan dokumen proof of delivery setelah kargo tiba di tujuan untuk menutup pelacakan secara resmi. Pastikan tidak ada perbedaan antara kondisi barang dengan deskripsi dalam dokumen pengiriman.
Untuk pengiriman kargo darat melalui Deliveree, seluruh langkah pengiriman disederhanakan menjadi satu tampilan dalam aplikasi. Pengirim tidak perlu mengakses portal carrier terpisah atau platform aggregator pihak ketiga. Setelah pemesanan dikonfirmasi, status pengiriman, posisi armada secara real-time berbasis GPS, dan notifikasi otomatis di setiap tahap perjalanan tersedia langsung di dalam aplikasi. Setelah pengiriman selesai, proof of delivery digital diterbitkan secara otomatis dan dapat diunduh langsung dari platform tanpa perlu menghubungi pengemudi atau tim operasional.
Informasi Apa yang Diperlukan untuk Melacak Pengiriman Kargo?
Informasi yang diperlukan untuk melacak pengiriman kargo mencakup empat data inti, yaitu nomor resi atau nomor bill of lading, nama carrier atau forwarder yang menangani kiriman, tanggal booking beserta kota asal, serta estimasi tanggal kedatangan di tujuan. Nomor bill of lading dan nomor resi berfungsi untuk mengidentifikasi satu kiriman secara unik dalam sistem carrier. Nama carrier dan tanggal booking dibutuhkan untuk mengarahkan pencarian ke database yang tepat, terutama ketika satu kiriman berpindah ke beberapa carrier dan nomor referensi berubah di setiap handover. Estimasi tanggal kedatangan diperlukan sebagai acuan untuk menilai apakah pengiriman tepat waktu atau sudah mengalami deviasi yang perlu ditindaklanjuti bersama ekspeditor.
Di platform Deliveree, keempat data inti pelacakan tersedia secara otomatis dalam satu halaman pesanan segera setelah booking dikonfirmasi. Deliveree menampilkan nomor pesanan unik, identitas dan nomor kendaraan pengemudi, rute yang ditetapkan, serta estimasi waktu tiba berdasarkan posisi GPS aktual armada. Pengirim tidak perlu menghubungi dispatcher untuk memverifikasi data, karena seluruhnya diperbarui secara langsung oleh sistem seiring perjalanan muatan berlangsung.
Teknologi Apa yang Digunakan untuk Melacak Kargo dalam Pengiriman Barang Modern?
Teknologi yang digunakan untuk melacak kargo dalam pengiriman barang modern mencakup GPS, Radio-Frequency Identification (RFID), sensor Internet of Things (IoT), Electronic Data Interchange (EDI), dan platform Transport Management System (TMS) berbasis cloud.
GPS dipasang pada kendaraan dan kontainer untuk mengirimkan data lokasi secara berkala. Shipper bisa melihat posisi armada dan memperkirakan waktu kedatangan lebih akurat. RFID digunakan di gudang dan terminal pelabuhan untuk memindai unit kargo saat melewati area. Pemilik barang dapat konfirmasi otomatis tiap kali kargo melewati titik scan. Sensor IoT diaplikasikan pada kargo sensitif seperti produk farmasi, makanan beku, atau bahan kimia untuk memantau suhu, kelembaban, getaran, dan status pintu kontainer secara terus-menerus, memungkinkan shipper mendeteksi pelanggaran kondisi penyimpanan sebelum barang rusak. EDI menghubungkan sistem carrier dengan sistem forwarder secara otomatis untuk mentransfer pembaruan status pengiriman seperti “picked up,” “in transit,” atau “customs cleared” tanpa input manual. Platform TMS berbasis cloud mengagregasi semua sinyal dari GPS, RFID, IoT, dan EDI ke dalam satu dashboard terpusat yang dapat diakses shipper dari mana saja.
Deliveree mengaplikasikan teknologi GPS secara langsung pada seluruh armada mitra di jaringannya. Pengirim dapat melihat data posisi kendaraan real-time lewat aplikasi. Platform Deliveree berfungsi untuk mengagregasi data lokasi armada, status pengiriman, dan konfirmasi proof of delivery ke dalam satu dashboard yang dapat diakses pengirim dari perangkat mana pun. Platform Deliveree dapat digunakan oleh bisnis dari skala UMKM sekalipun tanpa investasi infrastruktur tambahan.
Apa Peran Ekspedisi dalam Logistik?
Peran ekspedisi dalam logistik adalah memastikan setiap muatan berpindah sesuai jadwal yang ditetapkan dengan mengelola koordinasi aktif antara pengirim, operator transportasi, otoritas bea cukai, dan penerima di setiap tahap pengiriman. Ekspedisi menjalankan dua fungsi, yaitu fungsi proaktif dan fungsi reaktif. Fungsi proaktif yang mencegah keterlambatan sebelum terjadi melalui perencanaan rute, verifikasi dokumen, dan perolehan izin kepabeanan sebelum muatan berangkat. Fungsi reaktif menyelesaikan hambatan seperti penyimpangan rute, ketidaksesuaian dokumen, dan antrean di pelabuhan setelah pengiriman berjalan. Fungsi proaktif ekspedisi memberikan nilai lebih besar dibandingkan fungsi reaktif karena keterlambatan yang dicegah sebelum keberangkatan tidak menimbulkan biaya tambahan atau kerugian nilai muatan.
Dengan kondisi logistik kepulauan Indonesia, peran ekspedisi semakin kritis karena muatan antarpulau melewati serangkaian titik perpindahan moda, di mana setiap titik peralihan menjadi potensi gangguan yang hanya dapat dikelola melalui koordinasi ekspedisi yang terencana. Deliveree menjalankan fungsi ekspedisi proaktif dengan memastikan armada terverifikasi tersedia tepat waktu di titik penjemputan. Muatan tidak mengalami jeda yang tidak terencana sebelum naik ke kapal atau setelah turun di pelabuhan tujuan.
Bagaimana Ekspedisi Kargo Berintegrasi dengan Logistik Rantai Pasokan?
Ekspedisi kargo berintegrasi dengan logistik rantai pasokan pada titik di mana status pengiriman barang harus diterjemahkan menjadi sinyal perencanaan yang dapat digunakan oleh tim pengadaan, gudang, dan distribusi. Ketika ekspeditor memperbarui status kiriman secara real time, tim pengadaan dapat menyesuaikan jadwal kedatangan bahan baku, tim gudang dapat mengatur jadwal tenaga kerja dan kapasitas penerimaan, dan tim distribusi dapat merevisi jadwal pengiriman ke pelanggan. Ekspedisi kargo juga memicu keputusan re-routing ketika gangguan terjadi di hulu, misalnya ketika kemacetan pelabuhan memaksa perubahan rute melalui pelabuhan alternatif. Stok di gudang tujuan tetap tersedia, dan risiko stockout di hilir bisa ditekan.
Deliveree mendukung integrasi ini dengan menyediakan tiga sinyal operasional yang dapat langsung digunakan oleh tim logistik perusahaan. Konfirmasi penjemputan muatan secara digital saat armada tiba di lokasi pengirim, data posisi real-time armada selama perjalanan untuk penyesuaian jadwal penerimaan gudang, dan proof of delivery digital yang diterbitkan otomatis saat muatan diserahkan di tujuan.
Apa Perbedaan Utama antara Logistik Standar dan Logistik Ekspres?
Logistik standar adalah layanan pengiriman berbiaya lebih rendah dengan waktu transit yang lebih panjang dan tanpa jaminan tanggal tiba yang ketat. Logistik ekspres adalah layanan premium yang memprioritaskan kecepatan dan kepastian waktu tiba di atas pertimbangan biaya. Perbedaan antara keduanya memengaruhi tarif, jenis muatan yang dapat dilayani, frekuensi pembaruan status, dan tingkat komitmen layanan yang diberikan kepada pengirim.
- Waktu transit: Waktu transit pada logistik standar berkisar antara 3-7 hari kerja untuk pengiriman domestik dan 7-14 hari untuk pengiriman internasional. Logistik ekspres menyelesaikan pengiriman dalam 1-3 hari kerja dengan rute prioritas dan penanganan khusus di setiap titik transit.
- Biaya layanan: Biaya layanan pada logistik standar lebih rendah karena muatan digabungkan dengan pengiriman lain tanpa prioritas jadwal. Logistik ekspres dikenakan tarif 3-5 kali lebih tinggi per kilogram karena menggunakan kapasitas eksklusif dan rute penerbangan atau jalur darat yang didedikasikan.
- Jaminan layanan: Jaminan layanan pada logistik standar bersifat estimatif dan tidak menjamin tanggal tiba tertentu. Logistik ekspres umumnya menyertakan service level agreement (SLA) yang mencantumkan tanggal tiba yang dijamin beserta kompensasi apabila janji waktu tidak terpenuhi.
- Kesesuaian jenis muatan: Kesesuaian jenis muatan pada logistik standar cocok untuk barang umum tanpa batas waktu ketat seperti bahan baku industri atau furnitur. Logistik ekspres dirancang untuk dokumen penting, suku cadang kritis, produk farmasi, dan barang fashion musiman yang keterlambatannya langsung mengakibatkan kerugian finansial.
- Frekuensi pembaruan pelacakan: Frekuensi pembaruan pelacakan pada logistik standar umumnya diperbarui pada titik-titik pemeriksaan utama. Interval antar pembaruannya bisa 12-24 jam. Logistik ekspres menyediakan pembaruan status secara real-time setiap kali muatan berpindah tangan atau melewati scanner di setiap titik transit.
Pengirim sebaiknya memilih logistik ekspres hanya ketika nilai barang atau konsekuensi keterlambatan dapat membenarkan selisih biaya yang signifikan. Logistik standar dapat dipilih untuk semua muatan yang memiliki tenggat waktu fleksibel lebih dari lima hari kerja guna menekan biaya logistik secara keseluruhan.
Apa itu Manajemen Rantai Pasokan dalam Konteks Kargo dan Barang?
Manajemen rantai pasokan atau Supply Chain Management (SCM) dalam konteks kargo dan barang adalah sistem perencanaan dan pengendalian menyeluruh yang mengatur aliran kargo dan barang dari sumber bahan baku hingga ke tangan konsumen akhir.
SCM mencakup lima fungsi utama, yaitu peramalan permintaan untuk menentukan seberapa banyak kapasitas angkut yang harus dipesan, pengadaan kapasitas transportasi dari carrier yang tepat pada waktu yang tepat, penempatan inventaris di lokasi gudang yang optimal, pemenuhan pesanan yang menghubungkan stok dengan permintaan pelanggan, serta logistik balik yang mengelola aliran retur produk. SCM merancang sistem pergerakan barang secara efisien dan terencana, mengintegrasikan data dari supplier, carrier, gudang, dan pelanggan ke dalam satu siklus perencanaan yang berkelanjutan.
Bagaimana Ekspedisi Barang Memengaruhi Kinerja Rantai Pasokan Secara Keseluruhan?
Ekspedisi barang memengaruhi kinerja rantai pasokan secara langsung melalui empat metrik utama, yaitu on-time delivery rate, inventory cycle time, fill rate, dan pemenuhan service level agreement (SLA) pelanggan. Keandalan ekspedisi yang tinggi dapat mendorong semua metrik ini ke arah positif secara bersamaan. Ketika pengiriman tiba tepat waktu, siklus inventaris menjadi lebih pendek karena gudang tidak perlu menyimpan buffer stok berlebih, sementara fill rate naik karena stok selalu tersedia untuk memenuhi pesanan masuk.
Ekspedisi yang tidak andal tidak hanya berdampak pada pengiriman tunggal yang terlambat. Efek ketidakandalan ekspedisi merambat ke setiap tier rantai pasokan. Satu keterlambatan kargo bahan baku dapat menghentikan lini produksi, yang kemudian menyebabkan stockout di distributor, penolakan pesanan di pengecer, dan hilangnya kepercayaan pelanggan akhir secara bersamaan.
Bagaimana Perusahaan Kargo Mengoptimalkan Manajemen Rantai Pasokan untuk Klien?
Perusahaan kargo mengoptimalkan manajemen rantai pasokan untuk klien dengan menggunakan data dari platform TMS untuk merekomendasikan rute paling efisien. Perusahaan kargo mengkonsolidasikan muatan dari beberapa pesanan ke dalam satu kontainer untuk menurunkan biaya transportasi per unit. Selain itu, perusahaan kargo juga mendiversifikasi mitra carrier agar klien tidak bergantung pada satu sumber yang rentan terhadap gangguan kapasitas atau kenaikan tarif.
Perusahaan kargo yang menyediakan alat visibilitas real time memungkinkan tim pengadaan dan distribusi klien membuat keputusan inbound dan outbound lebih cepat berdasarkan data aktual pergerakan kargo. Perusahaan kargo yang memberikan nilai strategis dapat menjadi mitra jangka panjang yang terintegrasi ke dalam siklus perencanaan klien, memahami pola permintaan musiman, mendukung negosiasi kapasitas tahunan, dan membantu klien membangun rantai pasokan yang lebih tangguh dalam menghadapi gangguan.

Chat